Senin, 05 Januari 2015

MACBETH


Oke, pada pembahasan kali ini, saya akan membahas tentang cerita dari Macbeth. Memang brand ini terbilang masih baru di dunia per-sepokatan. Tapi tentunya kalian yang anak band, apalagi anak Indie, udah tau dong sama brand yang satu ini?
Buat lebih jelasnya, mari langsung saja kita simak cerita sejarahnya:
macbeth_logo
   Macbeth Footwear, yang sebelumnya bernama Macbeth Atletic, didirikan oleh Tom DeLongedan Mark Hoppus dari BLINK-182, bukan BLINK girlband loh ya!
   Perusahaan ini berdiri sekitar tahun 2002-2003. Sebelum macbeth, sebelumnya mereka mendirikan Atticus, namun Atticus lebih mengkhususkan ke produksi busana, sedangkan Macbeth lebih ke sepatu.
   Macbeth, bermula ketika Tom tidak puas dengan sepatu-sepatu yang sedang beredar pada masa itu. Mungkin karena pada saat itu, sepatu-sepatu yang sedang hits kebanyakan ditujukan untuk olahraga/atlit. Sedangkan Tom sendiri adalah seorang musisi, yang menginginkan sepatu yang cocok untuknya. Atau mungkin saja saat itu Tom belum mengenal Swallow… oke.
   Dengan ide awal penggabungan konsep musik dan sepatu, Tom dibantu oleh Jon Humphrey. Bisa dibilang, Jon adalah anak acara, atau tukang yang sukanya ngadain konser-konser musik terutama musiknya anak muda, dan dia menjabat sebagai wakil presiden sepatu Adio.
   Pada mulanya, Macbeth hanya mempunyai sekitar 30 karyawan. Dan kebanyakan adalah sanak-familli atau kerabat dekat Tom. Lebih uniknya lagi, kebanyakan karyawan Tom adalah anak band, alias orang-orang yang berkecimpung di dunia musik. Dan seperti brand-brand indie lainnya, Macbeth berjalan secara independen. Independensinya adalah mereka memproduksi dan memasarkan produk-produk mereka sendiri.
   Awalnya, produk-produk Macbeth hanya beredar di sekitar pantai San Diego, Callifornia. Dan dipasarkan secara online di situs loserkids.com dan myspace dengan tagline: “Our online store is better than your online store.”
   Sasaran Macbeth adalah anak-anak muda, maka dari itu, Macbeth selalu meng-endorse band-band masa kini yang kebanyakan beraliran Underground seperti Alkaline Trio, Angels and Airwaves, Alexis On Fire, Mae, Bane, dll. Selain mensponsori band, Macbeth juga tampaknya tertarik dengan hal-hal yang berbau culture anak muda. Brian Ewing yang terkenal sebagai disainer dan illustrator pun di sponsori oleh Macbeth.
   Salah satu contoh Macbeth yang berhubungan dengan musik mungkin bisa dilihat dari jika kamu membeli sepatu Macbeth, maka di dalam lapisan solnya terdapat lirik-lirik band yang di-endorse oleh Macbeth. So sweet sekali!
   Selain musik, ada misi lainnya yang dibawa oleh Macbeth. Yaitu pada Macbeth Vegan, karena sepatu tersebut terbuat dari bahan 100% non hewani. Dengan kata lain, tidak ada satupun unsur hewan yang terkandung dalam bahan pembuatan Macbeth Vegan. Dan bahan-bahanya berasal dari PETA (People For The Ethical Treatment Of Animals), sebuah perusahaan anti kekerasan pada binatang. Hmm, fakta yang ini lebih so sweet ya :’)
   Hingga saat ini Macbeth tidak hanya memproduksi sepatu saja, namun ada unsur busananya juga. Dan mereka pun berhasil mencuri perhatian serta pasar anak muda di dunia, bahkan di Indonesia!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar